Mari Ikutlah AKU Menjadi Penjala Manusia [Khotbah Matius 4:18-22] oleh: Pendeta Stevie & Pendeta Ryan
Gmimbetel Pintukota - Warga GMIM disepanjang minggu ini di perhadapkan dengan perenungan firman Tuhan Matius pasal 4:18-22 dimana oleh BPMS lewat penulis MTPJ memberi Judul Tema Mingguan "Konsekuensi Mengikut Yesus".
Bacaan ini akan di khotbahkan dalam ibadah jemaat maupun persekutuan kelompok keluarga mulai pada Minggu 12 - 18 September 2021.
Gereja yang berkualitas adalah gereja sebagai lembaga tetapi juga sebagai manusia yang melakukan Firman Tuhan bukan kemauan diri sendiri karena kepintaran, kedudukan serta jabatan dan lainnya.
Hari ini semakin terlihat gereja yang tidak berkualitas dari sudut pandang dunia. ada jemaat berprinsip "yang penting orang so lia kita maso gereja" selesai, bahkan ada rajin ikut persekutuan hanya sebagai casing terlihat suci namun dalam keseharian begitu jahatnya.
Gambaran murid yang langsung melepaskan peralatan jala mereka tanpa bertanya, protes dan banyak alasan merupakan fakta kehidupan bahwa "ketaatan" adalah ukuran dalam pilihan Yesus memanggil para murid pertamanya.
Inilah kemudian yang di khotbahkan oleh Vikaris Pendeta Stevie Kahiking S.Th pada ibadah sesi pertama Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar pukul 09.00 wita (pagi) Minggu 12 September 2021
Calon Pendeta yang pernah bertugas di Desa Wangurer Wilayah Likupang satu ini mengatakan bahwa jikalau seseorang yang di panggil bekerja di ladang Tuhan harus menerima konsekuensi yang tidak mengenakan dalam proses pelayanan yang di kerjakannya.
Seseorang tersebut harus berkorban baik waktu, perasaan maupun harta kekayaan (uang). sebab seorang pelayan dipanggil tidak hanya merasakan enak-enaknya saja tetapi getir serta pahitnya pelayanan patut menjadi bagian mereka bekerja di ladang Tuhan dalam proses pemurnian.
"tantu katu mu jadi pelayan Tuhan musti ada depe pengorbanan, berkorban waktu, perasaan deng doi" ungkap putri murah senyum asal Pandu itu
Berbeda lagi dengan Khotbah di sampaikan Vikaris Pendeta Ryan Kolantung S.Th pada ibadah sesi kedua pukul 17.00 wita (sore)
Calon Pendeta bertubuh gempal ini lebih menyoroti kepada persiapan pemilihan pelayan khusus bulan Oktober 2021 mendatang.
Fikaris Ryan mengambil contoh bagaimana Abraham di pilih Tuhan hingga mendapat gelar kehormatan dari Allah. Demikian juga dengan proses pemilihan sementara berjalan saat ini .
ia mengatakan tidak perlu melakukan kampanye terselubung dengan membagikan uang atau barang lainnya.
Tuhan tidak melihat jabatan, kekuasaan dan status sosial tetapi Tuhan melihat hati sebagaimana Raja Daud diurapi menjadi Raja Israel.
"biar orang biasa-biasa le kalo Tuhan berkenan pasti Tuhan pilih" tutur putra ke-2 anak dari Pendeta Ketty Kolantung-David S.Th ini.
Menutup khotbahnya Pendeta Ryan menayangkan ilustrasi video animasi yang menceritakan tentang totalitas kehidupan disandarkan pada Tuhan maka segalah persoalan dan pergumulan hidup akan diganti dengan sukacita melimpah asal sungguh-sungguh ikut DIA.
Anak muda dengan multi talenta ini mengajak khusus bagi anak-anak muda di jemaat Betel Pintukota Besar untuk tetap berbuat baik,
sebab jika komitmen berbuat baik dan berbuah maka sorga kekal menjadi warisan besar dalam hidup kekekalan. Sebaliknya jika tidak ingin berbuat baik maka neraka jahanam sementara menanti.
Kiranya kedua hamba Tuhan ini terus memberi teladan bagi pelayanan gereja GMIM dimana pun mereka pergi melayani. Tuhan Yesus memberkati
Anda dapat menonton khotbah kedua hamba Tuhan ini di channel youtube GMIMBETEL PINTUKOTABESAR. Syalom Damai di hati.
penulis - Pena.deny
Posting Komentar